Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah sebagai upaya menciptakan SDM bermutu menuju Indonesia Emas 2045. Dalam rangka memastikan efektivitas program tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke berbagai madrasah dan sekolah daerah, salah satunya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jepara pada Selasa, 10 Maret 2026. Melalui sosialisasi ini, Menko Pangan menekankan pentingnya pemerataan akses nutrisi sebagai prasyarat utama bagi peningkatan kualitas intelektual generasi muda.
Sosialisasi dimulai pada pukul 08.53 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.49 WIB, mencakup serangkaian agenda diskusi interaktif dan pengarahan strategis. Gedung Sport Center MAN 1 Jepara ditetapkan sebagai lokasi utama acara.
Dalam kunjungannya, lelaki yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan era presiden SBY tersebut disambut dengan penampilan Tari Gembyong Mari Kangen oleh siswi MAN 1 Jepara sebagai bentuk manifestasi seni tradisional Jawa yang melambangkan keramahan, kehangatan, dan penghormatan tinggi kepada tamu negara. Tim Paskibraka madrasah terlibat juga dalam jajar kehormatan yang menunjukkan bahwa madrasah mampu membentuk karakter siswa tangguh, disiplin, dan patriotik, yang mana kedua bentuk penyambutan tersebut mendukung atmosfer dialog kenegaraan humanis nan bermartabat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memimpin langsung jalannya sosialisasi tanpa panggung. “Tidak usah panggung, ya. Tidak usah ada transit juga, bercengkerama (dengan para murid) saja.” Terlihat pula Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), dan Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), dalam kegiatan tersebut sebagai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kebijakan pangan nasional.
Oversight legislatif dalam acara ini juga diwakili oleh Direktur Utama Perum BULOG, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Anggota DRPD Jepara, serta Forkomipda dan OPD di lingkungan Jepara. Dalam aspek stabilitas dan ketertiban, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, hadir untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan protokol keamanan yang ditetapkan. Sektor pendidikan Islam diwakili secara formal oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, dan segenap kepala Madrasah Terpadu di Bawu.
Inti dari perbincangan Zulkifli Hasan dengan ribuan murid MAN 1 Jepara adalah perihal ketimpangan akses terhadap program Makan Bergizi Gratis antara sekolah umum dengan institusi pendidikan berbasis agama dengan data yang menunjukkan adanya kesenjangan signifikan. Zulkifli Hasan mengungkapkan angka-angka statistik yang menjadi basis evaluasi bagi kementeriannya dengan menyoroti bahwa implementasi program MBG di sekolah-sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen (Sekolah Umum) telah berjalan hampir menyeluruh, namun hal yang sama belum terjadi di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
“Pondok Pesantren dan Sekolah Islam hanya 8% yang sudah dapat MBG, sedangkan Sekolah Umum sudah 97% (yang mendapat MBG). Jadi ini, kan, masih (ada kesenjangan) seperti ini.” tuturnya.
Berdasarkan data tersebut, terdapat selisih sebesar 89% yang menunjukkan bahwa mayoritas murid madrasah dan santri belum mendapatkan manfaat langsung dari program strategis nasional ini. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kondisi ini harus segera diperbaiki melalui integrasi data yang lebih akurat.
Zulkifli Hasan tidak hanya memandang program MBG sebagai kebijakan nutrisi, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Dalam kunjungan di Jepara, beliau mengaitkan penyediaan makanan bergizi dengan kesejahteraan petani dan nelayan lokal.
Dalam sosialisasi di MAN 1 Jepara, Zulkifli Hasan memastikan bahwa menu makanan yang disajikan dalam MBG haruslah memenuhi standar empat sehat lima sempurna yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini mencakup kecukupan karbohidrat, protein hewani, sayur-sayuran, dan susu. Kepastian mengenai standar gizi ini penting untuk memastikan bahwa investasi anggaran negara benar-benar berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan otak murid, yang pada gilirannya akan meningkatkan prestasi akademik madrasah.
Zulkifli hasan juga menjelaskan proses panjang perjalanan makanan, mulai dari bibit yang ditanam petani, proses panen, pengolahan, hingga sampai di meja makan murid. Melalui pemahaman ini, diharapkan murid madrasah dapat menjadi garda terdepan dalam kampanye pengurangan limbah makanan (food waste), yang mana hal itu menciptakan interaksi positif antara pejabat publik dengan konstituen muda, serta menanamkan kesadaran mengenai pentingnya literasi nutrisi sejak dini.
Reporter/Editor: Ziya
