Boarding School

Membangun Asrama, Membangun Karakter

Pagi itu, Senin 25 Juni 2018, di lahan seluas hampir 5000 meter persegi, sebelah barat Madrasah, secara bergantian Kankemenag Kab Jepara, Drs. H. Noor Rosyid, M.S.I dan Kepala MAN 1 Jepara, Drs. H. Ah Rif’an, M. Ag melakukan peletakan batu pertama yang menandai secara resmi pembangunan asrama siswa (boarding). Raut wajah penuh syukur dan bahagia terpancar dari wajah orang-orang yang hadir, terutama bagi warga Madrasah. Betapa tidak, upaya pembangunan asrama yang dicita-citakan hampir selama 5 tahun terakhir ini, pada akhirnya dapat terlaksana dan MAN 1 Jepara akan segera memiliki asrama representatif yang dapat menampung tidak kurang dari 300 santri.

Dalam sambutannya, Ah Rif’an menyatakan bahwa asrama ini akan menjadi bangunan yang representatif, setara hotel bintang tiga dengan bahan-bahan berkualitas tinggi.
“Kami ingin agar asrama ini menjadi tempat terbaik bagi siswa untuk belajar dan mengaktualisasikan nilai-nilai relijius dalam kegiatan sehari-hari” ujarnya.

Pendidikan kita sedang mencari keseimbangan. Di tengah-tengah maraknya kasus amoral yang melibatkan pelajar, tawuran, seks pranikah, video porno, penyalahgunaan narkoba, dan persekusi sesama siswa atau bahkan kepada guru, barulah kita berteriak-teriak pentingnya pendidikan berkarakter.
Padahal, jauh sebelum itu, Dr. Martin Luther King mengatakan bahwa “education plus character, that’s the goal of true education”. Hal senada juga dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara yang menyatakan bahwa pendidikan sejatinya adalah mengajarkan cipta, rasa, dan karsa.
Upaya membangun karakter siswa gencar dilaksanakan, baik secara intrakurikuler melalui implementasi kurikulum K13 maupun secara ekstrakurikuler melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dan penanaman budi pekerti.

Maka, upaya MAN 1 Jepara untuk membangun asrama siswa, adalah sebuah keniscayaan untuk membangun karakter siswa yang relijius dan bermoral (Akhlakul Karimah). Asrama dapat menjadi kawah candradimuka yang menggodok siswa dengan perilaku disiplin, tanggungjawab, dan setia kawan melalui pembiasaan nilai-nilai Islami dan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian Dr. M. Ghazali Ani Putra menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai keagamaan dan sharing nilai moral dengan guru (pengasuh) di asrama dapat membentuk karakter siswa (santri) menjadi pribadi yang relijius, berakhlak mulia, disiplin dan tanggung jawab.

Keberadaan asmara MAN 1 Jepara adalah untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus kegelisahan kita, orang tua/wali murid akan adanya keinginan membentengi anak-anak kita dari derasnya pengaruh negatif teknologi informasi dan pergaulan bebas.
Kelak, sekira satu tahun mendatang, kita akan sering menemukan anak-anak kita mengkaji kitab kuning bersama-sama, dan mendengarkan lantunan merdu ayat-ayat suci dari sudut-sudut kamar asrama. Dan pada saat itulah, sungguh, kita merasa bangga menjadi guru dari generasi muda yang islami dan berakhlak mulia.