Belajar pada hakikatnya merupakan sebuah proses untuk mendapatkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Perubahan perilaku dapat diperoleh dari hasil suatu latihan atau pengalaman berinteraksi langsung di lingkungannya. Perubahan hasil latihan, misalnya individu menyadari semakin bertambah pengetahuan dan keterampilannya dibandingkan sebelum mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan perubahan dari interaksi lingkungan, misalnya individu ingin mengetahui upaya pelestarian budaya, maka individu langsung melakukan pengamatan dilapangan atau bertanya dengan narasumber terkait.
MAN 1 Jepara sebagai sekolah formal berbasis keagamaan telah berupaya membekali siwa-siswinya ilmu pengetahuan dan keterampilan yang selaras dengan norma-norma guna mendukung perubahan perilaku. Upaya yang dilakukan misalnya, siswa-siswi melakukan sinkronisasi teori-teori yang diberikan pada saat kegiatan proses belajar mengajar dengan kenyataan dilapangan. Tujuan dari kegiatan semacam ini adalah melatih siswa-siswi mengetahui, merasakan, mengalami dan membuktikan secara langsung akan kebenaran teori-teori yang diterimanya.
Selain hal di atas, pembelajaran langsung dilapangan untuk melatih siswa-siswi berpikir kritis terhadap persoalan-persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Dengan mengetahui persoalan-persoalan sosial di masyarakat, siswa-siswi timbul kesadaran dalam dirinya untuk mencari solusi atau pemecahan permasalahan tersebut.
“Hasil dari pembelajaran yang melibatkan proses kognitif dan interaksi langsung pada objek akan membawa perubahan perilaku yang relatif positif dan mantap pada peserta didik” Kata Bapak Teguh, M.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia.

No responses yet