JEPARA – Koordinator GEMATI dan kebersihan MAN 1 Jepara, A.Ibadurrohman, S.Pd. pelatihan pengelolaan sampah terpadu bagi petugas kebersihan perlu dilakukan sebagai peningkatan keterampilan.
“Kami ingin mencari terobosan-terobosan dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik di MAN 1 Jepara, sebagai pendukung terobosan-terobosan tersebut langkah awal kami adalah membekali tenaga kebersihan dengan pelatihan pengelolaan sampah,” kata Ibad (sapaan akrab) Sabtu, 25 Juli 2020.
Sementara itu, Rukanto pembicara dan pelatih dalam kegiatan ini mengatakan alam ini sudah rusak, kerusakan tanah karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan penggunaan pestisida yang tidak bijaksana. Dia (Rukanto) menyambut baik upaya yang dilakukan MAN 1 Jepara untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik. Petugas kebersihan harus menjadi pelopor sekaligus pelaksana dalam pergerakan mengolah sampah. Kedepan, jika ada kendala dalam pengelolaan, Dia siap membantu dan mempersilahkan petugas kebersihan belajar bersama di rumahnya.
“Saya salut atas upaya yang dilakukan petugas kebersihan MAN 1 Jepara. Alam yang mulai rusak, unsur hara mulai berkurang, kalau tidak kita siapa lagi yang menyelamatkannya. Sungguh sayang kalau sampah organik hanya dibakar begitu saja. Sampah organik dapat dijadikan kompos. Kompos selain dapat menyelamatkan unsur hara pada tanah juga memiliki nilai jual. Teman-teman kebersihan MAN 1 Jepara, kalau mengalami kendala dalam penanganan sampah, silahkan datang ke rumah. Kita belajar bersama” ujar Rukanto, selaku produsen benih Bumi Kartini Jepara.
Lingkungan menjadi terlihat kumuh, kotor dan jorok yang menjadi tempat berkembangnya organisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia, merupakan sarang lalat, tikus dan hewan liar lainnya. Dengan demikian sampah berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit. Upaya pengelolaan sampah di MAN 1 Jepara tidak cukup hanya dilakukan dengan manajemen 3P (Pengumpulan, Pengangkutan dan Penimbunan di TPA). Sampah dikumpulkan dari sumbernya kemudian diangkut ke TPS dan terakhir ditimbun di TPA, tetapi reduksi sampah dengan mengolah sampah untuk dimanfaatlkan menjadi produk yang berguna perlu dipikirkan (tg/adm).
