INSPIRATIF, SISWI MAN 1 JEPARA FIRST WINNER OF LOMBA KARYA TULIS ILMIAH FEF ITB 2020

JEPARA – Tim siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jepara berhasil meraih juara pertama pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional FEF ITB 2020. Tim MAN 1 Jepara beranggotakan Devi Widuri Wijayanti dan Endah Dwi Anggraeni (XI MIPA 3).

“Ide yang kami angkat dari berbagai literasi riset yang melaporkan, mengonsumsi mie instan terlalu sering bisa menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu. Namun, disisi lain mie instan menjadi sajian favorit banyak orang karena rasa dan harganya yang relatif murah. Berdasarkan hal tersebut tim kami mencoba melakukan riset kerarifan lokal tetang Caulerpa Racemosa menjadi mie instan tetapi sehat untuk dikonsumsi bagi penderita hipertensi” ucap Arifia Ika Fakhrina, S.Pd selaku pembimbing utama tim penelitian ini, Senin (18/1).

Tema Lomba Karya Tulis Ilmiah Food Engineering Festival (FEF) ITB kali ini mengusung “Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk menciptakan Produk Pangan”. Lomba yang dimulai pengumpulan abstrak sejak bulan Desember 2020 hingga diumumkan pemenangnya pada 17 Januari 2021 ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim dengan kondisi pandemi covid-19 yang belum usai.

“Alhamdulillah, kami berhasil menjadi juara pertama dalam lomba ini. Kami berusaha melakukannya sebaik mungkin. Atas capaian ini, kami berterima kasih kepada bapak ibu pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah memberikan support,” ungkap Devi. Dirinya berharap ke depan dapat mengikuti kompetisi lagi untuk hasil yang lebih baik.

­Sementara itu, Kepala MAN 1 Jepara Drs. H. AH RIF AN, M.Ag menyambut baik capaian prestasi anak didik tersebut, dengan harapan dapat menumbuhkembangkan ide-ide tepat guna bagi masyarakat lokal. memadu percepatan perkembangan usaha ekonomi di masyarakat serta memulihkan motivasi semangat kepada para penemu inovator di bidang teknologi pangan, baik dikalangan pelajar, swasta, maupun pemerintah.

“Sepanjang 1950-an hingga sekarang, para ahli pangan serta ahli gizi mencoba untuk membuat rumusan ideal dalam mengurus secara integral perbaikan pangan, menu makan, hingga kesehatan sebagai bagian dari identitas nasional. Potensi pangan lokal di kabupaten Jepara itu sangat besar. Anak-anak harus kita dekatkan pada riset yang mengedepankan potensi lokal tersebut. Harapannya ide-ide riset yang dikembangkan anak-anak bermanfaat bagi masyarakat, kemudian memiliki nilai ekonomis serta muncul inovasi-inovasi baru dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat itu sendiri,” tuturnya. 

Apresiasi kegigihan Devi dan Endah juga diungkapkan oleh ketua PGRI Cabang Kecamatan Batealit, Drs. Akhmad Yazid, MM dalam mengikuti kompetisi LKIR.  Terutama dalam situasi pandemi covid-19 ini para peserta tetap bersemangat menghasilkan karya-karya inovasi penelitian dalam pemanfaatan dan pengembangan potensi, serta optimalisasi sumber daya lokal bagi daerahnya. (admin/tgh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *