MORAL FORCE: TEMA EVALUASI INTERNAL PEMBANGUNAN ZI

JEPARA– Pembangunan Zona Integritas (ZI) dalam rangka terwujudnya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) memerlukan proses panjang. Berbagai langkah yang memerlukan komitmen semua pihak. Tanpa dukungan dan komitmen tersebut, maka ZI mustahil akan terwujud. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan ZI perlu dilakukan secara terus menerus baik dari pihak internal maupun pihak berwenang.

“Membangun Zona Integritas bukanlah kompetisi, tidak hanya sekedar pemenuhan eviden-eviden semata, tatapi sebuah proses. Proses peningkatan pada semua elmen yang  ada di Madrasah. Proses peningkaan budaya kerja, pola pikir, maupun pelayanan. Untuk mewujudkan hal tersebut, masing-masing area dalam pembangunan ZI harus saling bekerjasama dan berkolaborasi,” ujar Ketua Tim Pembangunan Zona Integrasi MAN 1 Jepara, Siti Umaroh, S.Pd saat sambutan evaluasi internal pembangunan ZI, di Ruang Multimedia MAN 1 Jepara, Kamis (21/1).

Seluruh enam area perubahan, lanjut Umaroh (sapaan akrabnya), yang terdiri dari Manajemen Perubahan, Penguatan Ketatalaksanaan, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik adalah sebuah proses panjang yang jika prosesnya baik akan mendapatkan hasil yang baik.

Senada, dengan Siti Umaroh, Drs. H. AH RIF AN, M.Ag (Kepala MAN 1 Jepara) yang juga selaku penanggungjawab pelaksanaan pembangunan ZI mengungkapkan, meski saat ini baru tahap awal Pembangunan ZI, Tim ZI tidak boleh patah semangat dalam bekerja dan Pembangunan ZI bukanlah slogan semata.

“Bapak Ibu Pendidik dan Tenaga Kependidikan khususnya yang bergabung dalam Pembangunan ZI tidak boleh lelah, harus bersemangat. Pencanangan Zona Integritas ini bukanlah hanya menjadi slogan semata melainkan bukti nyata keseriusan dan komitmen bersama yang harus terus diterapkan. Madrasah yang berintegritas harus dimulai dan diniatkan dari diri masing-masing. Lima nilai dasar budaya kerja dan perilaku habituasi islami sebagai perwujudan moral force wajib kita upayakan. Moral force hanya bisa terwujud bila madrasah memiliki integritas baik akademik, layanan administrasi, dan kelembagaan secara menyeluruh” tuturnya.

Kegiatan evaluasi internal Pembangunan ZI ini diawali dengan presentasi pemaparan enam unsur perubahan yang akan dijalankan, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen sumber daya manusia (SDM), penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Setelah selesai pemaparan enam unsur perubahan tersebut, acara dilanjutkan dengan diskusi guna menentukan langkah-langkah strategis selanjutnay sebagai upaya pembangunan ZI.

Keenam area perubahan tersebut ditujukan untuk menciptakan madrasah yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan pelayanan publik yang baik. (admin/tgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *