ENAM MEDALI INTERNASIONAL SAAT PANDEMI

MAN1Jepara.ac.id. Tim Madrasah Sains Club (MSC) MAN 1 Jepara mengulang sukses pada kompetisi Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2021 pada 2 Mei 2021. Tahun ini, HKIMO mengundang 21 wilayah/negara seperti Indonesia, Bulgaria, Malaysia, Myanmar, Taiwan, Thailand, Hong Kong, Kyrgyzstan, Filipina, India, Australia, Kazakhstan, Ukraina, Kamboja, Vietnam, Singapura, China, Iran, Sri Lanka, Laos dan Dhaka Bangladesh.

“Kompetisi ini terbuka untuk pelajar dari seluruh dunia untuk menguji kemampuan matematikanya tingkat internasional, Alhamdulillah 6 peserta didik berhasil mempersembahkan medali, Mudah-mudahan pada ajang kompetisi berikutnya anak-anak kami mampu menorehkan prestasi lebih banyak lagi” Tutur Allamul Huda, S.Pd selaku pembimbing dan pengatur strategi kompetisi bidang akademik MAN 1 Jepara.

Pada ajang HKIMO 2021 ini, 4 peserta didik meraih medali perak dan 2 peserta didik meraih perunggu. Medali perak diraih oleh Khoirina Afrilia, Dimas Yudha Saputra (XI MIPA 3), Muhammad Nafis Khilmi Kafa (X MIPA 1), dan Zahra Aulia Ramadhani (X MIPA 2). Sedangkan medali perunggu diraih oleh Sakinatul Mufadah (XI MIPA 4) dan Indah Nurul Janah (X MIPA 3).

Pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, meraih prestasi terbaik bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang dihadapi berbeda dibandingkan saat belum adanya wabah virus corona. Interaksi terbatas dan tidak bisa berjalan dengan maksimal. Perubahan system pembinaan tatap muka menjadi pembinaan daring. Namun, perubahan system pembinaan tersebut tak membuat tekad mereka untuk berprestasi.

Saat ditemui tim virtual, Kepala MAN 1 Jepara Drs.H. AH RIF AN, M.Ag, menuturkan berbagai ihtiar harus dilakukan untuk menunjang prestasi peserta didik. “Anak-anak tentu mengalami kesulitan dalam pembelajaran pada situasi seperti saat ini. Kita harus meringankan kesulitan tersebut. Proses pembelajaran harus terus berjalan. Pendidik dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, misalnya menggunakan zoom metting, google classroom, WA grup kelas, youtube, dan sebgainya. Pendidik bisa berkomunikasi dengan orang tua sebagai langkah monitoring kegiatan belajar anak di rumah. Sedangkan anak-anak Madrasah Sains Club (MSC) dan Madrasah Research Club (MRC), jangan berhenti mengukir prestasi. Pola pembinaan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah dan Madrasah. Persiapkan anak-anak untuk mengikuti kompetisi. Hasil kompetisi menjadi tolak ukur Tim MSC dan MRC untuk menyusun strategi ke depan”. Kekurangan-kekurangan dalam upaya memacu prestasi peserta didik perlu terus menerus disempurnakan. dukungan semua pihak dengan semangat gotong royong tetap terus diharapkan.  Sehingga anak didik kita, generasi muda calon pemimpin bangsa tetap bisa berprestasi saat pandemi. (admin/tgh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *